Perdana Digelar, Pelatihan Kompetensi CDOB Bekali 127 Lulusan Fakultas Farmasi Upertis
Padang – Sebanyak 127 lulusan Fakultas Farmasi Upertis mengikuti Pelatihan Kompetensi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sebagai upaya meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Kegiatan ini merupakan program perdana yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Upertis bekerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan (Balitbang) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali para lulusan dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kefarmasian, khususnya dalam aspek distribusi obat yang memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para lulusan memiliki nilai tambah dan kompetensi yang lebih baik sehingga mampu bersaing di dunia kerja.
Kegiatan pelatihan berlangsung dengan menghadirkan narasumber dan praktisi yang berpengalaman di bidang kefarmasian. Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai prinsip-prinsip CDOB, tata kelola distribusi obat, standar mutu, hingga implementasi regulasi dalam praktik kefarmasian.
Sambutan dari Fakultas Farmasi Universitas Perintis Indonesia disampaikan oleh Sekretaris Dekan Fakultas Farmasi, Dr. apt. Farida Rahim, S.Si., M.Farm, yang mewakili Dekan Fakultas Farmasi Universitas Perintis Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan kompetensi ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas lulusan agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi menjadi langkah strategis untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri. Melalui pelatihan ini, lulusan diharapkan mampu memahami standar profesional yang diterapkan dalam sistem distribusi obat dan dapat mengimplementasikannya dalam praktik kerja nantinya.
Sementara itu, sambutan dari Balitbang IAI disampaikan oleh apt. Drs. Totok Sudjianto, M.Kes, selaku Ketua Badiklat IAI. Ia mengapresiasi inisiatif Fakultas Farmasi Upertis yang menghadirkan pelatihan kompetensi bagi para lulusan sebagai bekal sebelum memasuki dunia profesional.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kefarmasian yang memiliki kompetensi dan pemahaman terhadap standar CDOB semakin meningkat seiring perkembangan industri kesehatan dan farmasi di Indonesia. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini menjadi sarana penting untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelatihan kompetensi CDOB yang digelar ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Upertis. Program tersebut diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas lulusan dan penguatan hubungan antara institusi pendidikan dengan organisasi profesi.
Selain meningkatkan pengetahuan teknis, kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada para lulusan mengenai tantangan dan peluang karier di sektor kefarmasian. Dengan memahami standar distribusi obat yang baik, lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga mutu, keamanan, dan kualitas produk farmasi yang beredar di masyarakat.
Penyelenggaraan pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata Fakultas Farmasi Upertis dalam mendukung terciptanya lulusan yang siap kerja, profesional, dan memiliki daya saing tinggi. Sinergi bersama Balitbang IAI diharapkan dapat terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pelayanan kesehatan di masa mendatang.
R/R.


